Lewati ke konten

Diskon dan Upselling

Ini adalah sub-bagian dari Pengaturan Landing Page yang khusus membahas Diskon dan Upselling biar Landing Page-mu makin menarik.

Selengkapnya tentang Pengaturan Landing Page di sini.

Diskon di Bisajual udah advanced banget buat kamu atur sesuai kebutuhan. Kamu bisa buat aturan-aturan yang kamu inginkan, misalnya diskon berdasarkan kuantitas, subtotal belanja, atau kombinasi keduanya.

Berikut adalah tabel daftar atribut yang bisa kamu atur di Diskon:

AtributDeskripsi
Strategi
wajib
internal

Pilih strategi penerapan diskon, hanya penting jika ada lebih dari satu skema sudah kamu siapkan. Abaikan saja kalau kamu cuma punya satu skema.

Selengkapnya tentang Strategi Diskon di sini

Skema
wajib
internal

Buat skema penerapan diskon.

Selengkapnya tentang Skema Diskon di sini.

Di dalam skema, terdapat beberapa sub-atribut:

  • Status: Apakah aktif/tidak, berguna jika kamu ingin menonaktifkan sementara, alternatif dari “Hapus”.

  • Nilai Diskon: Jumlah diskon yang kamu berikan, bisa dalam Rupiah atau Persen.

    Persen dari apa itu tergantung dari Tipe Diskon, jika Diskon Belanja, maka dihitung dari subtotal belanja, jika Diskon Ongkir, maka dihitung dari ongkir. Memilih Persen juga membuka input tambahan untuk batas maksimal biar nggak terlalu berbahaya buat bisnismu, tapi ya terserah kamu juga.

  • Persyaratan: Sesuai namanya, kamu bisa atur syarat-syarat agar diskon bisa diterapkan. Kamu harus mengisi:

    • Atribut: Apa yang harus di-cek, apakah Kuantitas, Subtotal, atau Pembayaran
    • Operator: Membandingkannya seperti apa, pilihannya: > < = dan
    • Nilai: Apa atau berapa yang dijadikan tolok ukur.

    Kamu bisa mengkombinasikan beberapa persyaratan dalam 1 skema, hubungan satu baris ke baris lain adalah “DAN”. Contoh:

    • Baris pertama: Kuantitas 2
    • Baris kedua: Pembayaran = Transfer Bank

    Maka diskon dapat diterapkan jika Customer membeli 2 atau lebih barang “DAN” metode pembayaran yang dipilih adalah Transfer Bank.

  • Tipe Diskon: Pilih apakah Diskon Ongkir atau Diskon Belanja

Ada 2 tipe diskon yang dapat kamu terapkan:

  • Diskon Ongkir: Potongan ongkir —ongkirnya yang dicoret, dan
  • Diskon Belanja: Potongan subtotal belanja —subtotalnya yang dicoret.

Intinya sih sama aja, kamu yang “nanggung” diskonnya, yang berbeda adalah “gimmick” dan tujuannya:

  • Diskon Ongkir biasanya lebih menarik dan efektif untuk customer di daerah-daerah luar Jawa atau di Jawa tapi luar perkotaan.

  • Diskon Belanja justru lebih efektif untuk customer di daerah-daerah perkotaan besar seperti Jakarta, Surabaya, atau Bandung.

Diskon itu emang nggak sesederhana yang dibayangin, kamu harus buat sesuatu yang menarik banget, tapi aturan yang jelas biar nggak ada salah hitung yang ujung-ujungnya rugi.

Konsepnya, saat membuat diskon, kamu tentukan dulu “rules”-nya seperti apa, misal:

  • Beri diskon ongkir 10% jika subtotal belanja lebih dari Rp 200.000,
  • Beri diskon belanja Rp 20.000 jika beli di atas 2 pcs, atau
  • Gratis ongkir jika pembayaran Transfer (Non COD).

Nah masing-masing baris di atas adalah “skema”, kamu bisa buat 1 skema, 2, 3, atau berapa pun, bebas.

Kalau cuma punya 1 skema, maka mudah saja:

Jika saat belanja syarat skema sudah terpenuhi maka diskon akan diterapkan. Selesai.

Tapi gimana kalau kamu punya 2 bahkan 3 skema berbeda? Apa semua diskon mau diterapkan semua? Kamu nggak rugi? Atau memang itu sudah kamu perhitungkan? Intinya, Bisajual nggak mau batasin kamu buat bikin aturan.

Untuk itu ada beberapa “Strategi” yang bisa kamu pilih, buat kamu yang punya diskon multi-skema seperti itu:

  1. Nilai Tertinggi
  2. Nilai Tertinggi Tiap Tipe
  3. Semua Diskon

Biasanya diskon tuh jarang disadari sama Customer, apalagi kalau kamu nggak menuliskannya dengan jelas.

Upselling bakal bantu kamu buat:

  • Nampilin teks di bawah ringkasan pesanan, biar Customer tahu ada penawaran khusus, dan
  • Nampilin dialog ketika Customer klik tombol checkout, usaha terakhir kalau-kalau teks penawaran nggak dibaca.

Berikut adalah tabel daftar atribut yang bisa kamu atur di Upselling:

AtributDeskripsi
Aktif
wajib
internal
Apakah fitur ini diaktifkan atau tidak.
Basis
wajib
internal

Apa yang dievaluasi sebagai syarat, pilihannya adalah:

  • Kuantitas: Total kuantitas yang akan dibeli
  • Subtotal: Total harga dari barang yang akan dibeli
Nilai Minimum
wajib
internal
Angka minimal dari basis yang harus dipenuhi.
Metode Pembayaran
wajib
internal

Untuk pembayaran apa penawaran ini akan ditampilkan, pilihannya adalah:

  • Semua: Semua metode pembayaran
  • COD: Hanya jika pembayaran yang dipilih adalah COD
  • Bank Transfer: Hanya jika pembayaran yang dipilih adalah Bank Transfer (Non COD)
Teks Penawaran
wajib
publik

Teks yang akan ditampilkan saat kondisi memenuhi syarat.

Ada beberapa tag yang tersedia untuk teks yang lebih dinamis:

TagDigantikan dengan
{{pembayaran}}Digantikan dengan metode pembayaran yang sedang aktif.
{{beli}}Digantikan dengan total kuantitas atau subtotal belanja, tergantung dari Basis yang dipilih.
{{selisih}}Digantikan dengan selisih antara kuantitas/subtotal belanja dengan Nilai Minimum yang ditentukan.
{{minimal}}Digantikan dengan Nilai Minimum yang ditentukan.

Contoh Upselling:

  • Pengaturan Upselling:

    Basis: Kuantitas
    Metode Pembayaran: COD
    Nilai Minimum: 2
    Teks: Yakin cuma beli {{beli}}? Nambah {{selisih}} lagi bisa dapat diskon 10%!

  • Case 1:

    Kuantitas: 1 (kurang dari minimum) ✅
    Pembayaran: COD (sesuai) ✅

    • Upselling ditampilkan
    • Yakin cuma beli 1? Nambah 1 lagi bisa dapat diskon 10%!
  • Case 2:

    Kuantitas: 2 (sama dengan minimum) ❌
    Pembayaran: COD (sesuai) ✅

    • Upselling tidak ditampilkan
  • Case 3:

    Kuantitas: 1 (kurang dari minimum) ✅
    Pembayaran: Transfer (tidak sesuai) ❌

    • Upselling tidak ditampilkan